Kamis, 03 Januari 2008

aku rupa terik didera hujan

Aku tak punya keramaian
Yang seperti mereka bicarakan
Karena,
Barangkali esok kutemukan jalan menuju pulang,
Karena telah luka tanganku menghitung tahun,
Tahun tak kunjung padam,
Tahun tak kunjung hilang,

Barangkali, lusa kutemukan seberkas
lobang putih, tempatku menjajakan nafas,
karena dada ku telah mulai hitam
tak sanggup lagi memasukkan butiran udara yang telah ada,
dada ku mungkin telah mulai bosan bermain
dengan gumpalan kosong,
ntah benar ada, atau mungkin tiada

Barangkali, esok lusa kutemukan
Seorang teman pulang,
Yang baik hati menunjukkan ku jalan pulang
dan kembali menyesatkan ku dalam kebingungan,
Mungkin di tepi sungai menuju liang’
Atau danau di tepi lahat ‘

Barangkali tiga detik lagi ku temukan satu kebosanan
yang mengantarkanku ke pintu depan
dan dari belakang menusukku dengan lidi kecil
yang menembus jantung hati ku,
melukai pembuluh nadi dalam jasad ku,
ujungnya patah dan tertinggal dalam bejana jiwa ku,

Barangakli bosan itu telah menemukan teman bermainnya,
sehingga sekarang aku di tinggal bersama jengkel,
jengkel pada kehidupan,

Atau, barangkali esok, malah aku yang ditemukan tanpa ada kesempatan untuk aku yang menemukan…
Yaaa…mungkin…


Ecko P2
Rumah teduh,juga dikala senja,5 mei 2007

Tidak ada komentar: